BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Gambaran masyarakat Indonesia dimasa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan adalah masyarakat bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi – tingginya di seluruh wilayah Republik Indonesia. Gambaran keadaan masyarakat Indonesia di masa depan atau visi yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan tersebut dirumuskan sebagai Indonesia sehat 2010, dan diharapkan umur harapan hidup waktu lahir bagi laki – laki adalah mencapai 60 tahun dan bagi wanita mencapai usia 55 tahun. Sejalan dengan itu semakin baiknya status sosial ekonomi masyarakat dan semakin majunya pembangunan bidang kesehatan maka umur harapan hidup makin tinggi. (http//www.depkes.go.id/diakses)
Untuk dapat mewujudkan visi Indonesia Sehat 2010, ditetapkan misi pembangunan kesehatan meliputi menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu keluarga, masyarakat dan lingkungannya.( Profil Kesehatan Indonesia, 2000)
Oleh karena itu, disusun suatu sistem kesehatan nasional melalui rencana pembangunan lima tahunan bidang kesehatan sebagai sub sistem dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan (RPJPK). Sebagai wujud nyata dari hasil pembangunan bidang kesehatan khususnya bidang pengamatan penyakit selama lima tahun terakhir angka kesakitan sepuluh penyakit terbesar adalah termasuk infeksi saluran pernafasan dari penyakit infeksi saluran pernafasan tersebut termasuk diantaranya Ispa.
Menurut WHO (2005) angka kematian akibat penyakit ISPA di negara maju seperti di Amerika Serikat adalah 7 per 1.000 kelahiran, Australia 6 per 1.000 kelahiran, ataupun jepang 3 per 1.000 kelahiran, dan angka ini sangat renda jika di bandingkan dengan angka kematian di negara – negara berkembang.
Di Indonesia prevalensi ISPA cenderung meningkat setiap tahunnya. 40%-60% dari kunjungan puskesmas adalah oleh penyakit ISPA berumur kurang dari 2 tahun. Hingga saat ini angka mortalitas ISPA yang berat masih sangat tinggi. (http: // www. Library. Usu. Ac. Id / download/fkm/fkm-rasmalia 9.pdf)
Menurut laporan Dinkes Prov. Sulsel tahun 2005, tercatat bahwa jumlah kasus ISPA mencapai 279.313 penderita atau sekitar 23,5 % dari semua kasus. (http://www.google.co.id)
Berdasarkan laporan Puskesmas Kassi-Kassi tahun 2008 di dapatkan 10 besar klasifikasi penyakit utama yang di derita masyarakat di wilayah kerja puskesmas kassi-kassi. ISPA menempati peringkat pertama dengan jumlah penderita 28.308 jiwa, dalam jangka waktu 1 tahun.
Senin, 28 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar